Tentang Saya

Biodata

  • Nama ; Ayu Efi Purwaningsih
  • Jenis Kelamin ; Perempuan
  • Tempat Lahir ; Bukittinggi
  • Tanggal lahir ; 13 Maret 2004
  • Moto Hidup ; Ammiin

Riwayat Pendidikan

  • Tk ; Bukittinggi
  • SD ; SDN 21 Pakan Sinayan
  • MTS ; Ponpes Nurul Ihsan
  • MA ; Ponpes Diniyah Limo Jurai
  • Moto Hidup ; Ammiin

Abstrak

Ayu Efi Purwaningsih, NID/NISN 131213060017200427/0042078928 Judul: Penafsiran Surah Al-Baqarah Ayat 229, MAS Diniyah Limo Jurai, Sungaipua, 2023, 45 halaman.

Karya ilmiah ini membahas tentang penafsiran surah Al-Baqarah ayat 229. Adapun tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui bagaimana qawa’id tafsir, qawa’id lughawi, dan fawa’id ayat surah Al-Baqarah ayat 229. Proses penulisan karya ilmiah ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research), yaitu mencari dan membaca buku-buku (literatur) yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas dalam landasan teori. Penelitian ini menggunakan metode tahlili. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu dengan menelaah beberapa kitab tafsir, di antaranya Tafsir Al-Maraghi, Tafsir Al-Misbah, Tafsir Al-Munir, Tafsir Al-Qurtubi, Tafsir An-Nur dan kitab tafsir lainnya.

Hasil pembahasan yang dikemukakan dalam karya ilmiah ini, yaitu: pada surah Al-Baqarah ayat 229, Allah telah menyatakan bahwa talak itu dijatuhkan satu kali satu kali. Sesudah kali yang kedua, suami harus memilih di antara rujuk kembali atau melepaskannya (berpisah) dengan baik. Dalam ayat ini, Tuhan mencegah suami mengambil kembali sesuatu yang telah diberikan kepada istri, kecuali pengambilan atas dasar khulu’ (perceraian yang diajukan oleh istri kepada suami). Orang yang melanggar syariat Allah termaksuk golongan orang zalim.

Pendahuluan

Latar Belakang Masalah

Bagian ini mengemukakan apa yang akan di bahas dari ayat yang sudah ditentukan untuk diambil faedahnya, dan bukan untuk mencari masalah yang harus dikaitkan dengan ayat.

Rumusan Masalah

Bagian ini menjelaskan pada ayat yang akan dilakukan penelitian. Rumusan masalah dirumuskan berdasarkan kepada ayat yang sudah ditentukan saja.

Tujuan Penelitian

Bagian ini memuat penjelasan tentang sasaran yang lebih spesifik dan hal yang menjadi tujuan penelitian.

Latar Belakang Masalah

Ibadah artinya menyembah atau perbuatan seorang mukalaf yang bertentangan hawa nafsunya sebagai pengangungan terhadap Tuhannya. Ibadah ada yang wajib dilakukan dan ada yang sunnah untuk dikerjakan. Salah satu contoh ibadah yang wajib adalah salat dan salah satu contoh ibadah yang sunnah adalah pernikahan.

Pernikahan adalah suatu hal yang penting dalam realita kehidupan umat manusia. Adanya pernikahan dapat ditegakkan dan dibina sesuai dengan norma agama. Kehidupan rumah tangga tidak selamanya rukun, akan banyak perbedaan pendapat yang timbul sehingga menyebabkan keluarga tidak harmonis, terkadang bisa disebabkan oleh faktor ekonomis, perbedaan tingkat keimanan dan tingkat pendidikan antara suami dan istri. Oleh karena itu, prinsip-prinsip pernikahan dalam Islam merupakan suatu keharusan dan keniscayaan untuk selalu dijaga dan dibina.

Sebuah pernikahan harus ada rasa saling percaya. Pernikahan yang tidak ada kepercayaan akan menyebabkan rumah tangga tidak harmonis sehingga dapat mengakibatkan perceraian, yang mana itu merupakan jalan akhir bila tidak ditemukan dengan cara berdamai. Meskipun perceraian adalah jalan terakhir untuk menyelesaikan sebuah konflik dalam sebuah pernikahan, ini merupakan suatu hal yang paling puncak untuk menyelesaikan hubungan rumah tangga.

Pada zaman sekarang banyak muncul kasus-kasus seperti KDRT, perselingkuhan, komunikasi yang buruk, menikah terlalu dini, kecanduan terhadap sesuatu, dan kurangnya rasa setia antarpasangan. Hal tersebut dapat menjadi faktor-faktor penyebab terjadinya perceraian. Berdasarkan beberapa kasus yang telah disebutkan tadi, faktor yang paling umum menyebabkan perceraian adalah kurangnya rasa setia antarpasangan. Untuk itulah agama Islam mensyari’atkan adanya rujuk ketika terucap kata talak oleh suami. Hal ini akan memberi peluang bagi keluarga yang mengalami perceraian.

Manfaat rujuk salah satunya untuk memberi kesempatan kepada suami-istri berpikir secara jernih untuk sekali lagi mencoba membangun kembali sebuah keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah sebagaimana yang mereka inginkan. Untuk berkumpul lagi setelah pernikahan, para ulama sepakat, rujuk itu diperbolehkan dalam Islam dan diberikan sebagai alternatif terakhir untuk menyambungkan kembali hubungan lahir yang telah terputus.

Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk mengangkat pembahasan karya ilmiah ini dengan judul “Penafsiran Surah Al-Baqarah Ayat 229”

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah penulis kemukakan di atas, dapat dirumuskan hal yang menjadi pokok permasalahan dari pembahasan ini, yaitu:

  • 1. Bagaimana qawaidh tafsir surah Al-Baqarah ayat 229?
  • 2. Bagaimana qawaidh lughawiyah surah Al-Baqarah ayat 229?
  • 3. Bagaimana fawaidh ayat surah Al-Baqarah ayat 229?

Tujuan Penelitian

1.

Mengetahui qawaidh tafsir surah Al-Baqarah ayat 229.

2.

Mengetahui qawaidh lughawiyah surah Al-Baqarah ayat 229.

3.

Mengetahui fawaid ayat dari surah Al-Baqarah ayat 229.