Tentang Saya

Biodata

Nama Salwa Putri Amri. Tempat Sukabumi Tanggal lahir 14 Desember 2003. Jenis Kelamin Perempuan. Agama Islam. Pekerjaan Pelajar. Alamat: Sungai Pua, Kapalo Koto, Kampuang Piliang, Kab. Agam

  • Riwayat Hidup
  • 2009-2010: TK INDRIA BOGOR
  • 2010-2016: SD RIMBA PUTRA BOGOR
  • 2016-2019: MTs.S DINIYAH V JURAI
  • 2019-2023: MTs.S DINIYAH V JURAI

Abstrak

Karya ilmiah ini disusun oleh Salwa Putri Amri, NID/NISN 131213060017190411/0036734462, Judul:Penafsiran Surah Al-Baqarah Ayat 196, MAS Diniyah Limo Jurai, Sungai Pua, hlm.43

Masalah yang dibahas dalam karya ilmiah ini adalah penafsiran para mufassirin tentang surah Al-Baqarah ayat 196

Adapun tujuan penulisan makalah ini untuk mengetahui penafsiran para mufassirin tentang surah Al-Baqarah ayat 196.

Dalam proses penelitian, penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Jenis penelitian kepustakaan dengan mencari dan membaca buku-buku (literatur) yang berkaitan dengan permasalahan untuk meletakkan landasan teori. Penelitian ini menggunakan metode tahlili. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu, dengan mengumpulkan tafsir-tafsir yang berkaitan dengan masalah pembahasan. Dan penulisan makalah ini dengan cara menelaah beberapa kitab tafsir secara maudhu’i yang berhubungan dengan pembahasan, di antaranya: Tafsir Al-Maraghi, Tafsir Al-Munir, Tafsir Ibnu Katsir dan kitab tafsir lainnya.

Hasil pembahasan yang dikemukakan dalam karya ilmiah ini, adalah penafsiran surah Al-Baqarah ayat 196, menurut para mufassirin ayat yang menjelaskan tentang menyempurnakan ibadah haji dan umrah dan hukum-hukum haji, apabila di tengah melaksanakan haji terhalang seperti oleh sakit, di kepung musuh atau keadaan jalan yang mengkhawatirkan, sembelilah hewan yang mudah didapat, bertahallulah jika hewan sudah disembelih. Apabila ada gangguan di kepala seperti ada kutu atau sebagainya yang menganggu padahal ihram belum selesai, bertahalullah dan wajib membayar denda berupa menyembelih hewan atau memberi makan orang miskin (sesuai ketentuan) atau berpuasa (sesuai ketentuan), jika di antara kamu bukan berasal dari penduduk kota Mekkah berhati-hatilah dan taatilah perintah Allah

Pendahuluan

Latar Belakang Masalah

Bagian ini mengemukakan apa yang akan dibahas dari apa ayat yang sudah ditentukan untuk diambil faedahnya dan bukan untuk mencari masalah yang harus dikaitakan dengan ayat.

Rumusan Masalah

Bagian ini menjelaskan pada ayat yang akan dilakukan penelitian. Rumusan masalah dirumuskan berdasarkan kepada ayat yang sudah ditentukan saja.

Tujuan Penelitian

Bagian ini memuat penjelasan tentang sasaran yang lebih spesifik dan hal yang menjadi tujuan penelitian.

Latar Belakang Masalah

Islam adalah agama yang sempurna, yang mengatur aspek dalam kehidupan manusia, baik aspek ibadah (hubungan manusia dengan Allah SWT) maupun aspek mu‟amalah (hubungan manusia dengan sesama manusia). Dalam Islam terdapat rukun Islam salah satunya haji. Haji adalah perjalanan menuju Mekkah dengan tujuan untuk melaksanakan thawaf, sa‟i, wukuf di Arafah dan beberapa ibadah yang lain sebagai bentuk pemenuhan atas perintah Allah SWT.

Haji merupakan rukun Islam kelima yang menjadi suatu kewajiban dalam syariat Islam yang mesti diketahui. Menurut para ulama haji wajib dilaksanakan apabila telah memenuhi syarat yaitu: Islam, baligh, berakal, merdeka dan mampu. Mayoritas ulama berpendapat kewajiban haji mulai ditetapkan pada tahun ke-6 Hijriah. Sebab, pada tahun itulah Allah SWT menurunkan wahyu-Nya yang berbunyi: Artinya: “sempurnakanlah haji dan umrah karena Allah”. Ayat ini menegaskan bahwa yangdimaksud dengan “Sempurnakanlah” adalah awal mula penetapan kewajiban haji. Hal ini dipertegas lagi dengan bacaan al-Qamah, Masyruk, Ibrahim an-Nakhi dengan redaksi „Wa aqimu (dan dirikanlah)‟ HR Thabrani.

Namun dari kalangan umum atau masyarakat banyak mulai dari golongan pedagang, pegawai dan lain sebagainya masih banyak yang belum mengerti tentang apa yang harus dilakukan apabila terjadi halangan dalam melaksanakan haji dan harus membayar dam (denda)

Semestinya apabila kita menjelaskan dengan sedikit pendapat yang dapat diambil dari beberapa pendapat ulama yang telah menjadi suri tauladan dan pegangan untuk dijadikan rujukan bagi kita kalangan awam, sehingga kita melaksanakan haji tidak sekedar pergi begitu saja di tanah suci Mekkah dengan membayar jutaan rupiah atau hanya sekedar menikmati perjalanan panjang di tanah suci Mekkah-Madinah. Seharusnya mengetahui sebab yang membuat kita harus membayar dam dan harus melakakukan apa, pada terjadi halangan ibadah haji, seperti surah Albaqarah ayat 196

Dengan uraian di atas maka penulis tertarik untuk membahas apa yang harus dilakukan saat terjadi halangan dalam ibadah haji. Namun dalam hal ini tidak terlalu luas hanya terbatas pada pelaksanaan haji dan umrah di dasarkan pada“Penafsiran Surah Al-Baqarah Ayat 196”.

Rumusan Masalah

Bertitik tolak dari latar belakang masalah yang telah penulis kemukakan di atas, dapat dirumuskan hal-hal yang menjadi pokok permasalahan dari pembahasan ini, yaitu:

  • 1. Bagaimana qawa'id tafsir dari tafsiran surah Al-Baqarah ayat 196
  • 2. Bagaimana qawa'id lughawi dari tafsiran surah Al-Baqarah ayat 196
  • 3. Bagaimana fawaid ayat dari tafsiran surah Al-Baqarah ayat 196.

Tujuan Penelitian

Saul Goodman

Proin iaculis purus consequat sem cure digni ssim donec porttitora entum suscipit rhoncus. Accusantium quam, ultricies eget id, aliquam eget nibh et. Maecen aliquam, risus at semper.

Sara Wilsson

Export tempor illum tamen malis malis eram quae irure esse labore quem cillum quid cillum eram malis quorum velit fore eram velit sunt aliqua noster fugiat irure amet legam anim culpa.

Jena Karlis

Enim nisi quem export duis labore cillum quae magna enim sint quorum nulla quem veniam duis minim tempor labore quem eram duis noster aute amet eram fore quis sint minim.