Tentang Saya

BIODATA
-
Nama Lengkap: Alifa Siti Zahra
-
Tempat Lahir: Sawah Lunto
-
Tanggal lahir: 16 Juni 2007
-
Jenis Kelamin: Perempuan
-
Motto Hidup: Live Longer
RIWAYAT PENDIDIKAN
-
TK: Ibnu Syam
-
SD: SDN 13 Limo Suku
-
SMP: MTsS Diniyah Limo Jurai
-
SMA: MAS Diniyah Limo Jurai
- TK: Ibnu Syam
- SD: SDN 13 Limo Suku
- SMP: MTsS Diniyah Limo Jurai
- SMA: MAS Diniyah Limo Jurai
Abstrak
Karya ilmiah ini disusun oleh Alifa Siti Zahra, NID/NISN 131213060017230511/0077401065, judul: Penafsiran Surah Ali ‘Imran Ayat 192-194, MAS Diniyah Limo Jurai, Sungai Pua, 2025, 50 hlm.
Masalah yang dibahas dalam karya ilmiah ini adalah bagaimana penafsiran para mufassirin tentang Surah Ali’Imran ayat 192—194? Batasan masalah dalam karya ilmiah ini adalah qawa’id tafsir, qawa’id lughawiyah dan fawaid ayat yang terdapat dalam surah Ali ‘Imran ayat 192—194. Adapun tujuan penulisan makalah ini untuk untuk mengetahui qawa’id tafsir, qawaid lughawiyah, dan fawaid ayat surah Ali ‘Imran ayat 192—194.
Dalam proses penelitian, penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Jenis penelitian kepustakaan dengan mencari dan membaca buku-buku (literatur) yang berkaitan dengan permasalahan untuk meletakkan landasan teori. Penelitian ini menggunakan metode tahlili. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu, dengan mengumpulkan tafsir-tafsir yang berkaitan dengan masalah pembahasan, dan penulisan makalah ini dengan cara menelaah beberapa kitab tafsir yang berhubungan dengan pembahasan, di antaranya: Tafsir Al-Munir, Tafsir Al-Maraghi, Tafsir Jami’ Al-Bayan, Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an, Tafsir Jalalain, Tafsir At-Tahrir wa At-Tanwir, Shafwah At Tafasir, Tafsir Fi Zilal Al-Qur’an, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Azhar, dan Aysar At-Tafasir.
Hasil pembahasan yang dikemukakan dalam karya ilmiah ini, yaitu: qawa’id tafsir, terdapat di dalamnya pengenalan surah, keutamaan surah, makiyyah madaniyyah, munasabah ayat, dan qira’at. Qawa’id lughawiyah, terdapat di dalamnya mufradat lughawiyah, i’rab, dan balaghah. Unsur balaghah yang terdapat di dalam surah Ali ‘Imran ayat 192—194, yaitu al-ithnab, at-takhshish, al-lijaz, dan jinas. Fawaid ayat, terdapat di dalamnya penafsiran surah Ali ‘Imran ayat 192—194 dan istifadah ayat. Menurut penafsiran para mufassir pada surah Ali ‘Imran ayat 192—194 terdapat beberapa kandungan, yaitu tentang doa-doa para Ulul Albab yang meminta perlindungan kepada Allah ﷻ agar tidak dimasukkan ke dalam neraka dan agar tidak dihinakan oleh Allah ﷻ, dijauhkan dari kehinaan di dunia dan azab di akhirat. Serta permohonan orang-orang beriman agar Allah ﷻ menepati janji-Nya dan meminta diposisikan bersama orang-orang shaleh.
Pendahuluan
Latar Belakang Masalah
Al-Qur’an adalah firman Allah ﷻ yang dibawa turun oleh Al-Ruh Al Amin (malaikat Jibril) ke dalam hati sanubari Rasulullah Muhammad ﷺ secara bersamaan antara lafaz dan maknanya, sebagai bukti yang mengukuhkan kebenaran Rasulullah ﷺ selaku utusan Allah ﷻ dan untuk dijadikan sebagai pedoman bagi manusia agar mereka terbimbing dengan petunjuk-Nya ke jalan yang benar, dan membacanya merupakan perbuatan ta‘at yang bernilai ibadah. Semua firman itu terhimpun dalam mushaf yang diawali dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Nas, diriwayatkan secara mutawatir dari satu generasi ke generasi yang lain melalui tulisan dan lisan, serta tetap terjamin keaslian dan keutuhannya dari segala bentuk perubahan, pertukaran, atau penggantian.
Al-Qur’an tidak hanya berisi hukum-hukum Islam dan kisah-kisah umat terdahulu, tetapi juga doa-doa yang mencerminkan permohonan seorang hamba kepada Allah ﷻ. Doa merupakan salah satu sarana untuk berkomunikasi antara hamba dengan Allah ﷻ. Di samping itu, doa merupakan roh ibadah atau sari ibadah sebagaimana yang pernah disabdakan oleh rasulullah: "doa adalah inti ibadah"
Doa dalam Al-Qur’an memiliki peran penting dalam kehidupan spiritual umat Islam, karena menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, memohon ampunan, petunjuk, serta perlindungan dari beberapa kesulitan hidup. Allah sendiri memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa dalam firman-Nya: Artinya: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina.” (ghafir [40]:60)
Berdasarkan paparan di atas, penulis tertarik untuk membahas lebih lanjut mengenai doa-doa yang dipanjatkan hamba-hamba yang beriman kepada Allah ﷻ. Oleh karena itu, penulis mengangkatkan permasalahan ini dalam bentuk karya ilmiah dengan judul “Penafsiran Surah Ali ‘Imran Ayat 192—194”.
Rumusan Masalah