Tentang Saya

BIODATA

  • Nama Lengkap: Aliyyatus Sholihah
  • Tempat Lahir: Payakumbuh
  • Tanggal Lahir: 09 Juni 2007
  • Jenis Kelamin: Perempuan
  • Motto Hidup: Tetaplah bernafas selagi hidup

RIWAYAT PENDIDIKAN

  • TK: TK Sukma
  • SD: SDN 01 Suayan
  • MTs: MTsS Ponpes Diniyah Limo Jurai
  • MA: MAS Ponpes Diniyah Limo Jurai

Abstrak

Karya Ilmiah ini disusun oleh Aliyyatus Sholihah, NID/NISN131213060017230512/0079173356. Karya ilmiah ini berjudul Penafsiran Surah AliImran Ayat 144—145, di MAS Diniyah Limo Jurai, Sungai Pua, 2025, berisi 42 halaman.

Masalah dalam karya ilmiah ini adalah qwa’id tafsir, qawa’idlughawiyah, dan faidah ayat dari Surah AliImran ayat 144-145. Batasan dalam karya ilmiah ini adalah qawa’id tafsir, qawa’id lughawiyah dan fawaid ayat Surah AliImran ayat 144—145 berdasarkan kitab tafsir. Adapun tujuan penulisan makalah ini untuk mengetahui qawa’id tafsir, qawa’id, lughawiyah dan fawa’id ayat Surah AliImran ayat 144—145.

Dalam proses penelitian, penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Jenis penelitan kepustakaan dengan mencari dan membaca buku-buku (literatur) yang berkaitan dengan permasalahan untuk meletakkan landasan teori. Penelitian ini menggunakan metodet ahlili. Langkah-langkah yang di lakukan dalam penelitian ini yaitu, dengan mengumpulkan tafsir-tafsir yang berkaitan dengan masalah pembahasan, dan penulisan makalah ini dengan cara menelaah beberapa kitab tafsir yang berhubungan dengan pembahasan, diantaranya: Tafsir Al-Maraghi, Tafsir Al-Mishbah, Tafsir Al-Munir, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir At-thabari, Tafsir Shafwatut Tafsir, Tafsir Hasyiyah Al-Showi, Tafsir Al-Qurtubi, Tafsir Fathul Qadir, Tafsir Al-Azhar.

Hasil pembahasan yang dikemukakan dalam ayat ini yaitu, qawa’id tafsir, terdapat di dalamnya pengenalan Surah Ali Imran, asbabun nuzul, makiyyah madaniyyah, munasabah ayat, muhkam mutasyabih, qawa’id lughawiyah, terdapat di dalamnya mufradat ‘ammah, i’rab dan balagah. Fawaid ayat dari ayat ini ada lima poin. Pertama, ujian dengan kewajiban syariat yang berat maupun ringan termasuk bagian dari keharusan iman. Kedua, penegasan tentang kerasulan Nabi Muhammad SAW, serta keutamaannya yang agung dan kerasulannya yang ditunjukan untuk seluruh kaum mukminin. Ketiga, jihad dan turun kemedan pertempuran tidak akan ditunda karena ajal hamba, dan melarikan diri dari jihad tidak akan menghindarkan ajal. Keempat, pahala amal tergantung pada niat para pelakunya dan baiknya tujuan mereka. Kelima, keutamaan sabar dalam menghadapi ujian, ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, serta keteguhan dalam perkara dunia dan akhirat.

Pendahuluan

Latar Belakang Masalah

Bagian ini mengemukakan apa yang akan di bahas dari ayat yang sudah ditentukan untuk diambil faedahnya, dan bukan untuk mencari masalah yang harus dikaitkan dengan ayat.

Rumusan Masalah

Bagian ini menjelaskan pada ayat yang akan dilakukan penelitian. Rumusan masalah dirumuskan berdasarkan kepada ayat yang sudah ditentukan saja.

Tujuan Penelitian

Bagian ini memuat penjelasan tentang sasaran yang lebih spesifik dan hal yang menjadi tujuan penelitian.

Latar Belakang Masalah

Sejarah sangat penting dalam mengarungi kehidupan. Pada dasarnya, manusia tidak akan mengerti apa yang terjadi sekarang tanpa memahami sejarah bagaimana peristiwa masa lalu terjadi. Dengan sejarah, kehidupan seseorang akan terhindar dari kesalahan-kesalahan yang sama yang pernah terjadi di masa lalu. Karena telah mengetahui peristiwa yang pernah terjadi dan dijadikannya sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan dalam kehidupan.

Al-Qur’an sebagai salah satu sumber pengetahuan sejarah yang dapat dipelajari manusia. Al-Qur’an memiliki banyak nilai-nilai sejarah umat terdahulu yang dapat menjadi pedoman dan pembelajaran bagi umat manusia. Mulai dari kisah penciptaan Nabi Adam As dengan Siti Hawa hingga kisah meninggalnya Nabi Muhammad SAW, semua peristiwa terdapat dalam Al-Qur’an. Kisah tersebut bertujuan agar manusia berpikir dan menjadi makhluk Allah SWT yang sempurna. Sebagaimana Allah SWT telah menerangkannya dalam surat Al-A’raf ayat 176.

Maksud dari ayat tersebut menurut Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi dalam tafsir Al-Quran Al-Aisar adalah supaya kaum nabi Muhammad SAW mengambil pelajaran dan kembali kepada kebenaran menjadi manusia yang berbahagia dan sempurna.

Sangat disayangkan jika manusia tidak mampu mengambil hikmah dari sejarah. Padahal, setiap peristiwa sejarah memiliki keunikan yang tidak dapat diulang kembali. Namun, ada beberapa faktor yang memuat sejarah terulang kembali dalam bentuk yang berbeda, jika manusia tidak belajar dari kesalahan-kesalahan pada waktu lampau dan tidak berusaha menciptakan perubahan yang lebih baik.

Salah satu kisah yang terdapat di dalam Al-Qur’an adalah peperangan. Dari kisah peperangan, manusia juga bisa mengambil pembelajaran yang terkandung di dalamnya. Satu diantara sejarah peperangan yang terabadikan di dalam Al-Qur’an adalah Perang Uhud

Perang Uhud terjadi pada tanggal 23 Maret 625 M/7 Syawal 3 H peristiwa besar itu dilakukan oleh dua kubu, yaitu kubu kaum muslimin yang dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW dan kubu kaum kafir Quraisy yang dipmpin Abu Sufyan . Perang ini terjadi akibat dendam dari kaum Quraisy karena kekalahan mereka dalam Perang Badar. Di mana kaum Muslimin berhasil membunuh pembesar-pembesar mereka. Bahkan kaum kafir Quraisy melarang warganya untuk menangisi korban Perang Badar dan tidak perlu menebus tawanan agar kaum Muslimin tidak merasa besar kepala karena melihat kepedihan dan kegundahan mereka

Perang Uhud ini menjadi perang yang bersejarah bagi umat muslim karena dalam perang ini umat muslim pertama kali mengalami kekalahan melawan kaum Quraisy. Di saat kaum muslimin mengalami kekalahan dan banyak korban luka, tersiar berita kematian Rasulullah SAW. Dalam keadaan seperti itu, banyak yang beranggapan mungkin saja hal itu terjadi pada Rasulullah SAW, sebagaimana Allah SWT telah menceritakan ihwal para Nabi terdahulu sehingga mengakibatkan terjadinya kelemahan dan enggan untuk melanjutkan perang. Dan orang-orang kafir menyeru kepada kaum muslimin untuk kembali ke agama masing-masing, sebab telah terbunuhnya Rasulullah SAW sehingga terputusnya risalah beliau.

Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik menulis sebuah karya ilmiah dengan mengangkat judul Penafsiran Surah Ali Imran Ayat 144—145.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah penulis kemukakan di atas, dapat dirimuskan hal yang menjadi pokok permasalahan dari pembahasan ini, yaitu:

  • Bagaimanakah qawa’id tafsir Surah Ali Imran ayat 144—145?
  • Bagaimanakah qawa’id lughawiyah Surah Ali Imran 144—145?
  • Bagaimanakah fawaid ayat Surah Ali Imran 144—145?

Tujuan Penelitian

1

Mengetahui qawa’id tafsir Surah AliImran ayat 144—145.

2

Mengetahui qawa’id lugha wiyah Surah AliImran ayat 144—145.

3

Mengetahui fawaid ayat Surah AliImran ayat 144—145.