Tentang Saya

BIODATA

  • Nama Lengkap: Azalia Naila Yazid
  • Tempat Lahir: Muara Bungo
  • Tanggal Lahir: 01 September 2007
  • Jenis Kelamin: Perempuan
  • Motto Hidup: Jadi Orang Baik

RIWAYAT PENDIDIKAN

  • Paud: Paud Karya Bhakti
  • SD: SDN 25/1 Kampung Baru
  • MTs: MTsS Diniyah Limo Jurai
  • MA: MAS Diniyah Limo Jurai

Abstrak

Makalah ini ditulis oleh Azalia Naila Yazid, NID/NISN 131213060017230514/0062553113 dengan judul Penafsiran Surah Ali ‘Imran Ayat 149—151, MAS Diniyah Limo Jurai Sungai Pua, 2025, berisi 37 halaman.

Karya ilmiah ini membahas tentang penafsiran surah Ali ‘Imran ayat 149—151. Batasan masalah dalam karya ilmiah ini adalah qawa’id tafsir, qawa’id lughawiyah, dan fawaid ayat yang terdapat dalam surah Ali ‘Imran ayat 149—151. Adapun tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui qawa’id tafsir, qawa’id lughawiyah, fawaid ayat surah Ali ‘Imran ayat 149—151, serta larangan mentaati orang-orang kafir.

Proses penulisan karya ilmiah ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research), yaitu penelitian yang menjadikan buku-buku, jurnal, atau artikel yang berkaitan dengan objek kajian sebagai rujukan. Penelitian ini menggunakan metode tahlili. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu dengan menelaah beberapa kitab tafsir yang berhubungan dengan pembahasan. Penulis menggunakan beberapa tafsir, di antaranya Tafsir al-Munir, Shafwatut Tafsir, Tafsir al-Maraghi, dan Tafsir ath-Thabari. Selain kitab-kitab tafsir, penulis juga mengambil referensi dari jurnal dan buku yang berkaitan dengan masalah yang terdapat dalam ayat tersebut.

Hasil pembahasan yang dikemukakan dalam karya ilmiah ini, yaitu surah Ali ‘Imran ayat 149—151 termasuk ke dalam golongan madaniyyah. Penafsiran ayat 149 ini menjelaskan tentang larangan mentaati orang-orang kafir, karena jika kita mentaati nya berarti kita mundur ke belakang (murtad). Penafsiran ayat 150 mengatakan bahwa Allah SWT satu-satu nya pelindung bagi orang beriman. Penafsiran ayat 151 mengatakan bahwa Allah SWT akan memasukkan rasa takut ke dalam hati orang-orang kafir, karena ini adalah janji Allah SWT untuk para sahabat Rasulullah SAW.

Pendahuluan

Latar Belakang Masalah

Bagian ini mengemukakan apa yang akan di bahas dari ayat yang sudah ditentukan untuk diambil faedahnya, dan bukan untuk mencari masalah yang harus dikaitkan dengan ayat.

Rumusan Masalah

Bagian ini menjelaskan pada ayat yang akan dilakukan penelitian. Rumusan masalah dirumuskan berdasarkan kepada ayat yang sudah ditentukan saja.

Tujuan Penelitian

Bagian ini memuat penjelasan tentang sasaran yang lebih spesifik dan hal yang menjadi tujuan penelitian.

Latar Belakang Masalah

Al-Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam yang memuat banyak petunjuk bagi umat manusia dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan.Al-Qur’an mengandung ajaran-ajaran yang mencakup berbagai aspek kehidupan, baik dalam hal akidah, ibadah, muamalah, hingga hukum-hukum.Al-Qur’an merupakan kitab suci yang di dalamnya terdapat firman-firman (wahyu) Allah SWT, yang disampaikan oleh malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW sebagai rasul Allah SWT secara berangsur-angsur yang bertujuan menjadi petunjuk bagi umat Islam dalam hidup dan kehidupannya guna mendapatkan kesejahteraan di dunia dan di akhirat.

Al-Qur’an diturunkan dalam Bahasa Arab, sehingga makna dan pesan yang terkandung di dalamnya sering kali memerlukan penjelasan lebih lanjut agar dapat dipahami secara mendalam. Banyak ayat dalam Al-Qur’an yang memiliki makna luas atau tersirat. Oleh karena itu, diperlukan ilmu tafsir untuk menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an sesuai dengan konteks Bahasa, Sejarah, dan hukum Islam.

Agama yang diridhai oleh Allah SWT hanya agama Islam.Kufur atau kafir adalah seseorang yang mengingkari terhadap kebenaran ajaran Islam serta keluar dari agama Islam. Ayat-ayat Al-Qur’an yang berkenaan dengan Kufur atau kafir sangat banyak, kurang lebih ada 525 ayat .Allah SWT berfirman dalam surah Al-Ahzab ayat 1:

Artinya:“Wahai Nabi, bertakwalah kepada Allah dan janganlah engkau menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.”[QS. Al-Ahzab:1]

Larangan mengikuti orang kafir dalam ajaran Islam merujuk pada larangan mematuhi, menaati, meniru, atau mengikuti keyakinan, gaya hidup, atau kebiasaan yang bertentangan dengan ajaran Islam. Akan tetapi bukan berartilarangan inimenghalangi umat Islam untuk menjalin hubungan baik, bekerja sama, dan berbuat adil kepada non-Muslim dalam urusan duniawi selama tidak bertentangan dengan syariat. Larangan ini berlandaskan pada kekhawatiran bahwa mengikuti orang kafir dan aspek keagamaan atau budaya yang bertentangan dengan Islam dapat menjerumuskan seorang Muslim pada perbuatan syirik, meremehkan ajaran Islam. Ketika kita menaati orang Kafir maka kita akan dikembalikan ke belakang (murtad) dan kita menjadi orang yang rugi. Larangan mengikuti orang-orang kafir bertujuan untuk membentuk umat yang kokoh dalam keimanan, memiliki jati diri yang kuat, dan tidak mudah terpengaruh oleh budaya atau ajaran yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam.

Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk membahas secara rinci tentang bahaya dan ancaman mengikuti orang kafir berdasarkan tafsir surah Ali ‘Imran ayat 149—151.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah penulis kemukakan di atas, dapat dirumuskan hal yang menjadi pokok permasalahan dari pembahasan ini, yaitu:

  • Bagaimana qawaid tafsir surah Ali ‘Imran ayat 149—151?
  • Bagaimana qawaid lughah surah Ali ‘Imran ayat 149—151?
  • Bagaimana fawaid ayat surah Ali ‘Imran ayat 149—151?

Tujuan Penelitian

1

Untuk mengetahui qawaid tafsir surah Ali ‘Imran ayat 149—151.

2

Untuk mengetahui qawaid lughah surah Ali ‘Imran ayat 149—151.

3

Untuk mengetahui fawaid ayat surah Ali ‘Imran ayat 149—151.