Tentang Saya

Biodata

  • Nama Lengkap : Wahyu Febrianda Putra
  • Tempat Lahir : Bukittinggi
  • Tanggal Lahir : 25 Februari 2007
  • Jenis Kelamin : Laki-Laki
  • Motto Hidup : Babababa Babababa bababababa

Riwayat Pendidikan

  • TK : TK Waladun Shaleh
  • SD : SDN 03 Limo Suku
  • MTS : MTsS Diniyah Limo Jurai
  • MAS : MAS Diniyah Limo Jurai

Abstrak

Karya ilmiah ini disusun oleh Wahyu Febrianda Putra, NID/NISN 131213060017230557/0076929704, judul: Penafsiran Surah Ali ‘Imran Ayat 137—138, MAS Diniyah Limo Jurai, Sungai Pua, 2025, 50 hlm.

Masalah yang penulis bahas dalam karya tulis ini adalah tentang qawa'id tafsir, qawa'id lughawiyah, fawaid ayat surah Ali ‘Imran ayat 137—138. Adapun tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui qawa'id tafsir, qawa 'id lughawiyah, fawaid ayat Surah Ali ‘Imran ayat 137—138. Batasan masalahkaryailmiahiniadalahPenafsiran Surah Ali ‘Imranayat137—138 menurut para ahli tafsir.

Dalam proses penelitian, penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Jenis penelitian kepustakaan denganmencari dan membacabuku-buku (literatur) yang berkaitan dengan permasalahan untuk meletakkan landasan teori. Penelitian ini menggunakan metode tahlili. Langkah-langkah yang digunakan penelitian ini yaitu, dengan cara menelaah beberapa kitab tafsir yang berhubungan dengan pembahasan, diantaranya: Tafsir Al-Azhar, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Munir, Tafsir Aisar AtTafasir, Tafsir Fathul Qadir, Tafsir Al-Mishbah, Tafsir At-Thabari, Tafsir Shafwah At-Tafasir, Tafsir Al-Maraghi, Tafsir Jalalain, Tafsir Al-Wajiz, Tafsir Al-Qur’an As-Sa'di, Tafsir Al-Muyassar.

Hasil pembahasan yang dikemukakan dalam ayat ini yaitu: Qawa’id Tafsir, di dalamnya terdapat sebab penamaan surah, keutamaan surah Ali ‘Imran, Makiyyah Madaniyyah, Asbabun Nuzul,Qira’atAyat, dan Qawa’id Lughawiyah, di dalamnya terdapat Mufradat Ammah, I’rab dan Balaghah. Pada Fawa’idayat, di dalamnyaterdapat maknaijmali, dan penafsiran surah Ali ‘Imran ayat 137—138. Menurut mufassirin tafsiran surah Ali‘Imran ayat 137menjelaskan tentang perintah Allahﷻuntuk menjelajahi bumi dan memperhatikan peninggalan-peninggalan sejarah sebagai sarana motivasi dan pembelajaran hidup untuk kedepannya. Pada ayat 138 menegaskan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar kitab suci yang dibacakan untuk tujuan ibadah semata, tetapi juga berfungsi sebagai petunjuk hidup manusia yang kekal dan tidak bisa dirubah sedikit pun. Al-Qur’an juga berfungsi sebagi bukti keesaan dan kebesaran Allahﷻ, tidak ada satupun yang bisa menandinginya.

Pendahuluan

Latar Belakang Masalah

Bagian ini mengemukakan apa yang akan di bahas dari ayat yang sudah ditentukan untuk diambil faedahnya, dan bukan untuk mencari masalah yang harus dikaitkan dengan ayat.

Rumusan Masalah

Bagian ini menjelaskan pada ayat yang akan dilakukan penelitian. Rumusan masalah dirumuskan berdasarkan kepada ayat yang sudah ditentukan saja.

Tujuan Penelitian

Bagian ini memuat penjelasan tentang sasaran yang lebih spesifik dan hal yang menjadi tujuan penelitian.

Latar Belakang Masalah

Al-Qur’an adalah wahyu yang diturunkan Allahﷻ kepada Nabi Muhammad ﷺ, melalui perantara Malaikat Jibril. Di dalam Al-Qur’an terkandung pokok pembahasan mengenai aqidah, ibadah, akhlak, janji, ancaman serta kisah dan sejarah. Al-Qur’an menganjurkan untuk mempelajari sejarah secara menyeluruh. Tidak hanya mempelajari pertumbuhan dan kemajuannya, tetapi juga mampu menghayati kisah-kisah pada zaman dahulu serta mampu mengambil hikmahnya. Kisah-kisah yang terdapat dan dituturkan di dalam Al-Qur’an, adalah untuk menjadi teladan dan nasihat, sebagaimana telah ditegaskan dalam firman Allahﷻ:

لَقَدْ كَانَ فِيْ قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُوْلِى الاَلْبَابِ

Artinya: “Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.

Karena itu Al-Qur’an tidak lahsekali-kali menyebutkan suatu kisah atau cerita, kecuali kisah itu sendiri mengandung faedah dan pelajaran yang besar, dan sangat dibutuhkan. Dalam Al-Qur’an pula dituturkan bahwa siapa saja yang menyeleweng dari ketentuan-ketentuan tersebut, maka ia pasti terjerumus pada jurang kehancuran. Sebagai mana tercatat dalam puing-puing yang tersisa, dan dalam sejarah yang dituturkan tentang kejadian-kejadian itu.

Perintah untuk mengambil pembelajaran tentang kisah umat terdahulu dijelaskan di dalam Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an merupakan sebuah penegasan yang jelas bagi seluruh umat manusia serta sebuah petunjuk dan mau'izhah bagi seluruh umat manusia

sebagai mana telah ditegaskan dalam firman Allahﷻ:

كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ

Artinya:"Al-Qur’an ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan keberkahan agar mereka menadabburkan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran bagi orang-orang yang mau berpikir."

Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk membahas dan menguraikan lebih lanjut Surah Ali ‘Imran ayat 137—138 dalam bentuk sebuah kajian karya ilmiah dengan judul “Penafsiran Surah Ali ‘Imran ayat 137—138”.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah penulis kemukakan di atas, dapat dirumuskan hal yang menjadi pokok permasalahan dari pembahasan ini, yaitu:

  • Bagaimana qawa’id lughawiyah Surah Ali ‘Imran ayat 137—138?
  • Bagaimana qawa’id tafsir Surah Ali ‘Imran ayat 137—138?
  • Bagaimana fawaid ayat Surah Ali ‘Imran ayat 137—138?

Tujuan Penelitian

1

Untuk mengetahui qawa’id lughawiyah Surah Ali ‘Imran ayat 137—138.

2

Untuk mengetahui qawa’id tafsir Surah Ali ‘Imran ayat 137—138.

3

Untuk mengetahui fawaid ayat Surah Ali ‘Imran ayat 137—138.