Tentang Saya

BIODATA

  • Nama Lengkap: Zahra Maharani
  • Tempat Lahir: Kubang Putiah
  • Tanggal Lahir: 8 September 2006
  • Jenis Kelamin: Perempuan
  • Motto Hidup: Hadapi Semuanya dan Jangan Lari.

Abstrak

Karya Ilmiah ini disusun oleh Zahra Maharani, NID/NISN131213060017230558/006187014. Karya Ilmiah ini berjudul Penafsiran Surah Ali ‘Imran Ayat 190—191, di Mas Diniyah Limo Jurai Sungai Pua, 2025,berisi37 hlm.

Masalah yang dibahas dalam karya ilmiah ini adalah bagaimana penafsiran para mufassirin tentang Surah Ali ‘Imran ayat 190—191? Batasan masalah dalam karya ilmiah ini adalah Qawa’id Tafsir, Qawa’id Lughawiyah, dan Fawaid Ayat yang terdapat dalam surah Ali ‘Imran ayat 190—191. Adapun tujuan penulisan makalah ini untuk mengetahui penafsiran para mufassirin tentang Surah Ali ‘Imran ayat 190—191.

Dalam proses penelitian, penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan(library research). Jenis penelitian kepustakaan dengan mencari dan membaca buku-buku (literatur) yang berkaitan dengan permasalahan untuk meletakkan landasan teori. Penelitian ini menggunakan metode tahlili. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu, dengan mengumpulkan tafsir-tafsir yang berkaitan dengan masalah pembahasan, dan penulisan makalah ini dengan cara menelaah beberapa kitab tafsir yang berhubungan dengan pembahasan, diantaranya: Tafsir Al-Munir, Tafsir Al-Azhar, Safwah At-Tafsir, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Mas’ud, Tafsir Al-Mishbah, Dan Taisirul Karimur Rahman Fi Tafsiri Kalami Mannan.

Hasil pembahasan yang dikemukakan dalam karya ilmiah ini, yaitu surah Ali ‘Imran ayat 190—191 termasuk ke dalam golongan madaniah. Penafsiran ayat 190 dan 191 menyebutkan bahwa ayat ini menjelaskan tanda-tanda keagungan dan keesaan Allah ﷻmelalui pergantian penciptaan langit dan bumi, serta pergantian siang dan malam, yang dapat dipahami oleh Ulul Albab. Kedua ayat ini juga menjelaskan siapa itu Ulul Albab, serta menerangkan bahwa agama dan akal adalah dua hal yang sejalan dan saling mendukung.

Pendahuluan

Latar Belakang Masalah

Bagian ini mengemukakan apa yang akan di bahas dari ayat yang sudah ditentukan untuk diambil faedahnya, dan bukan untuk mencari masalah yang harus dikaitkan dengan ayat.

Rumusan Masalah

Bagian ini menjelaskan pada ayat yang akan dilakukan penelitian. Rumusan masalah dirumuskan berdasarkan kepada ayat yang sudah ditentukan saja.

Tujuan Penelitian

Bagian ini memuat penjelasan tentang sasaran yang lebih spesifik dan hal yang menjadi tujuan penelitian.

Latar Belakang Masalah

Al-Quran sering menyebutkan suatu lafaz yang berulang-ulang, bahkan ditemukan dalam bentuk derivasi ungkapan yang berbeda-beda. Hal ini sebagai bukti dari keistimewaan dan ke-i’jaz-an Al-Quran. Salah satu istilah yang sering digunakan dalam Al-Quran adalah Yahudi. Secara umum, istilah Yahudi menunjukkan pada makna identitas satu kaum yang menyimpang.

Yang dimaksud dengan orang Yahudi yaitu menurut Yudaisme Rabani seorang Yahudi adalah siapa saja yang beragama Yahudi dan siapa saja yang masuk agama Yahudi sesuai dengan hukum agama Yahudi. Dalam pandangan Pembaru Yudaisme dan Yudaisme Reformasi seorang Yahudi adalah siapa pun dari seribu tahun yang lalu yang adalah ayah dari seorang Yahudi dan dibesarkan oleh orang tuanya sebagai seorang Yahudi. Semua kelompok utama Yudaisme sekarang terbuka bagi siapa saja yang berniat untuk pindah ke Yudaisme meskipun orang-orang Yahudi telah diperingatkan sejak zaman Talmud untuk tidak menerima mualaf baru. Proses konversi seseorang ke Yudaisme diteliti secara menyeluruh oleh pihak berwenang seperti juga kesungguhan niat dan pengetahuan terkait Yudaisme. Salah satu orang Yahudi pertama disebut Ben Abraham (Abraham putra) atau Bat Abraham (Abraham putri).

Kaum Yahudi merupakan makhluk pilihan Allah SWT, dan kaum Yahudi percaya bahwasannya mereka itu adalah makhluk pilihan sebagai bentuk keistimewaan mereka terhadap Allah SWT dibandingkan bangsa manusia lainnya. Sebagaimana yang diuraikan dalam surah Ali „Imran ayat 181˗˗˗182.

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik membahas serta menjelaskan secara rinci bahwa kaum Yahudi adalah makhluk pilihan Allah SWT, bagaimana perlakuan kaum Yahudi terhadap Allah SWT dan Rasulnya, dan bagaimana perkataan kaum Yahudi mengenai Allah SWT, sebagaimana yang terdapat di dalam surah Ali „Imran ayat 181˗˗˗182 dan pendapat para mufassir yang ahli di bidangnya dengan sebuah karya ilmiah yang berjudul “Penafsiran surah Ali „Imran ayat 181˗˗˗182”.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

1

Proin iaculis purus consequat sem cure digni ssim donec porttitora entum suscipit rhoncus. Accusantium quam, ultricies eget id, aliquam eget nibh et. Maecen aliquam, risus at semper.

2

mengetahui qawaid tafsir surah ali imran ayat 190-191

3

Enim nisi quem export duis labore cillum quae magna enim sint quorum nulla quem veniam duis minim tempor labore quem eram duis noster aute amet eram fore quis sint minim.